Mahir Berbicara di Depan Umum dengan 6 Langkah Mudah

Oleh: Sholihatul Ulumiyah, S.Pd.

Berbicara di depan umum bukanlah hal yang mudah dilakukan apalagi bagi pelajar. Namun sebenarnya bisa dilatih asalkan kamu punya keberanian dan percaya diri. Tujuan berbicara adalah untuk berkomunikasi agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif (Luluk Isani Kulup, 2009:14). Lantas mengapa sering grogi saat tampil di depan umum? Hal tersebut wajar dan dialami semua orang sekalipun orang tersebut adalah tokoh terkenal. Rasa grogi akan berdampak pada rendahnya rasa percaya diri dan malu untuk menyampaikan yang sudah kita tulis. Namun tahukah kamu, rasa grogi bisa dikurangi atau bahkan bisa menghilang jika kita melakukan persiapan dengan benar. Saat kamu merasa belum percaya diri berbicara di depan umum sementara materi yang ingin kamu sampaikan sudah lengkap, maka kamu perlu meneeapkan 6 langkah praktis berikut ini.

1. Kenali

Kenali audien merupakan langkah pertama yang harus kamu lakukan. Misalnya, saat kamu berpidato di depan kelas. Audienmu adalah teman dan gurumu. Untuk tampil hanya di depan seorang guru mungkin kamu tidak masalah. Tapi mengapa harus malu saat tampil di depan teman-temanmu? Pemikiran inilah yang perlu kamu perbaiki.

Menurut Hamzah B. Uno (2010:76) malu didefinisikan sebagai salah satu bentuk rasa rendah diri, ekstrem yang terjadi ketika anak-anak merasa gagal memenuhi harapan orang lain dalam bertindak. Apabila kamu merasa malu sebelum bertindak, itu artinya kamu berpikir terlalu jauh (overthinking). Pikiran inilah yang seharusnya kamu ubah mulai dari sekarang dengan cara mengenali karakter teman-temanmu terlebih dahulu.

Jika teman-temanmu suka menertawakan atau meledekmu saat tampil, kamu perlu tahu penyebabnya. Pada dasarnya, teman yang bersikap seperti itu hanyalah untuk menguji mentalmu. Selain itu, temanmu juga menunggu sesuatu yang menarik dari dirimu. Semakin kamu takut, semakin mereka akan menertawakanmu. Sebaliknya, jika kamu tampil percaya diri, secara otomatis mereka akan diam dan mendengarkan topik yang kamu sampaikan. Untuk itu cobalah untuk mengubah pola pikirmu. Pikirkan bahwa kamu memiliki kesempatan belajar yang sama dengan mereka sehingga kesalahan yang nantinya kamu alami juga pernah dialami temanmu. Dengan mengenali orang yang ingin kamu ajak bicara, maka kamu akan selangkah lebih percaya diri.

2. Atur

Atur napasmu sebelum tampil berpidato. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rasa grogi selalu muncul secara alamiah saat kita akan memulai hal baru. Untuk membantu meredakan grogi saat akan tampil, cobalah dengan mengembuskan napas yang dalam sebanyak tiga kali secara perlahan. Jangan lupa sertakan doa agar pidatomu berjalan lancar.

3. Gerakkan

Gerakkan tubuhmu. Apabila langkah di atas masih belum membantu untuk menghilangkan grogi, cobalah untuk menggerakkan anggota tubuhmu. Misalnya, dengan mengepalkan tangan secara perlahan. Atau bisa juga menggerakkan mulut untuk melatih ekspresi agar tidak tegang saat tampil nanti.

Cara menggerakkan tubuh juga tidak hanya dipakai saat persiapan saja. Kamu bisa menggunakannya saat tampil berpidato. Gunakan Gerakan tangan yang sesuai dengan ucapanmu sambil berjalan pelan-pelan agar tidak monoton berdiri di tengah saja. Jika kamu berpidato dengan membawa teks, cara ini bisa mengurangi tangan yang gemetar akibat grogi. Namun apabila saat berpidato kamu tidak menggunakan teks, menggerakkan tubuh saat tampil secara tidak langsung akan menghilangkan rasa grogimu. Hindari Gerakan tubuh yang berlebihan yang nantinya akan membuyarkan ingatanmu saat menyampaikan pidato.

4. Olah

Olah suara adalah langkah persiapan yang tidak boleh tertinggal. Mengolah suara dimaksudkan agar saat berpidato kamu tidak kehilangan suara dan audien merasa nyaman saat mendengarkan pidatomu. Apalagi pidato yang kamu sampaikan adalah persuasif, kamu perlu beberapa penekanan yang bisa menarik audien.

Menurut E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai (2009:230 – 231) keberhasilan sebuah pidato banyak bergantung pada penguasaan tempo, dinamika, dan warna suara.  Tempo dapat diartikan cepat lambatnya pengucapan, tidak berbicara terlalu cepat atau sebaliknya. Dinamika berkaitan dengan keras lembutnya suara. Artinya suara tidak datar dan perlu diupayakan ada penekanan terhadap suatu kata atau kalimat tertentu. Warna suara adalah kaitan yang diucapkan dengan suasana hati, misalnya suasana gembira, sendu, sedih, atau khidmat, sesuai dengan tujuan mata acara yang akan ditetapkan.

5. Melatih Diri

Bisa karena biasa! Jika semua langkah di atas sudah kamu jalani namun masih belum bisa meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan grogi, kamu tidak boleh patah semangat. Karena semua butuh latihan secara berkala. Bahkan seorang presiden pun membutuhkan latihan saat akan berpidato di depan media. Masih ingatkah kamu bagaimana caranya kamu bisa mengeja huruf hingga bisa berbicara dengan lancar seperti sekarang? Tentunya proses yang dijalani tidak hanya satu kali. Kamu harus sering berlatih, misalnya di depan cermin atau di depan orang yang kamu percayai. Selain itu, kamu harus yakin bahwa kamu mampu melakukannya.

6. Ekspresikan

Apabila latihanmu sudah cukup membuatmu percaya diri, ekspresikan kemampuan berpidatomu di depan umum. Sampaikan dengan penuh percaya diri. Jangan lupa lakukan gerakan yang bisa menghilangkan grogimu. Berikan penekanan kata atau kalimat yang bisa menarik audien. Dan yang terpenting adalah tataplah audien. Tidak perlu menatap matanya jika itu bisa membuyarkan konsentrasimu. Cukup tataplah dahi audien. Jika tampilanmu berhasil menarik perhatian teman-temanmu, kamu bisa tampil berbicara di mana pun tanpa takut salah atau malu.

Bagaimana mudah bukan? Jika keenam langkah ini kamu lakukan secara teratur, maka kamu tidak perlu lagi merasa takut saat diminta berbicara di depan umum. Jangan lupa bekali dengan keberanian dan percaya diri.

Selamat mencoba 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *